Dr.Anwar Husin.SH.MH.MM
Oleh : Dr.Anwar Husin.SH.MH.MM.
Beritahukum.online – Jakarta, 25 Juni 2026, Di tengah riuhnya sorotan publik, kita perlu mengingat satu prinsip dasar negara: kerja untuk rakyat tidak berhenti hanya karena tidak selalu terlihat.
Kita harus yakin bahwa masih ada pahlawan rakyat di istana. Mereka adalah para abdi negara yang menimbang setiap kebijakan dengan satu kompas: kepentingan rakyat. Kerja mereka tidak selalu viral atau berdiri di podium. Tapi nyata dalam kebijakan yang menjaga meja makan dan menguatkan ekonomi desa.
Dua program besar hari ini jadi bukti sekaligus ujian: Makan Bergizi Gratis – MBG dan Koperasi Desa Merah Putih – KDMP.
1. MBG: Mengembalikan Piring Anak ke Jalurnya
MBG lahir dari keyakinan bahwa tidak ada anak Indonesia yang boleh tumbuh terhambat karena kurang gizi. Tapi program sebesar ini pasti diuji. Ada laporan penyimpangan, porsi dikurangi, bahkan dapur fiktif. Di saat itulah pahlawan istana bekerja. Bukan di atas panggung, tapi di ruang audit dan meja evaluasi. Mereka berani menghentikan, membongkar, menertibkan, lalu menata ulang. Karena bagi mereka, setiap rupiah APBN harus berubah jadi telur, susu, lauk, dan buah di piring anak. Bukan tersasar dari tujuannya. Pahlawan itu adalah pejabat yang menolak kompromi dan ASN yang lembur validasi data agar satu anak pun tak terlewat.
2. KDMP: Mengembalikan Koperasi ke Ruh Desa
KDMP dibangun agar ekonomi rakyat kuat dari desa. Tapi saat ada koperasi yang hanya jadi papan nama atau pengelolaannya tidak transparan, arahnya bisa belok. Lagi-lagi pahlawan istana turun. Mereka memperkuat regulasi, menambah pendampingan, memperketat pengawasan. Tugas mereka bukan membangun dari nol, tapi mengoreksi agar KDMP kembali ke ruh aslinya: milik, oleh, dan untuk warga desa. Pahlawan itu adalah fasilitator yang turun ke pelosok dan pejabat yang berani memilih proses benar meski lebih panjang, demi petani dan UMKM benar-benar dapat akses modal dan pasar yang adil.
3. Ketegasan Pimpinan untuk Meluruskan Jalan
Menjadi pahlawan rakyat menuntut keberanian tertinggi: berani meluruskan arah, bahkan ketika ujian datang dari dalam lingkaran terdekat. Seorang pemimpin sejati akan memilih rakyat di atas segalanya. Presiden Prabowo menunjukkan watak kepemimpinan itu. Beliau berkomitmen menjadi pahlawan bagi rakyatnya, siap membenahi, menertibkan, dan menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Termasuk jika harus membenahi pihak-pihak di sekitarnya yang menyimpang dan serakah. Karena amanah jabatan jauh lebih besar dari loyalitas pribadi.
Bagi beliau, sumpah untuk rakyat berarti tidak ada kompromi dengan penyimpangan. Tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba membelokkan MBG dari piring anak, atau KDMP dari kemajuan desa.
Inti Keyakinan Kita
Pahlawan zaman ini tidak selalu mengangkat senjata. Kadang mereka mengangkat pena untuk mencoret anggaran bengkak. Mengangkat data untuk membongkar penyimpangan. Mengangkat keberanian untuk meluruskan program yang hampir tersesat.
Keberadaan mereka memang tak selalu terlihat, karena mengoreksi itu sunyi dan tidak glamor. Tapi hasilnya nyata: MBG tetap mengisi piring anak, KDMP tetap menguatkan desa, dan kepercayaan rakyat tetap dijaga.
Keyakinan ini bukan naif. Ini tanggung jawab kita sebagai warga: mengawasi dengan kritis, tapi juga percaya bahwa idealisme dan ketegasan masih bekerja di balik tembok istana. Selama masih ada pemimpin dan abdi negara yang berani membela kepentingan rakyat dan mengembalikan program ke jalan yang benar, maka harapan untuk Indonesia yang lebih adil belum pernah padam.
Dihimpun Oleh :
Dr.Anwar Husin.SH.MH.MM
Tim Ahli Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Hukum
Pada Kantor penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Republik Indonesia
